Oleh: Arif Wicaksa
Bangsa Amerika yang ada di Amerika Serikat pada saat sekarang ini sebenarnya adalah bangsa pendatang dari wilayah eropa, yang datang untuk mencari “lahan baru” atau “kehidupan baru” di wilayah Amerika, bangsa pendatang tersebut didominasi oleh bangsa Inggris, namun juga terdapat bangsa pendatang lain seperti Perancis, Belanda, Jerman, dan beberapa bangsa lain, dan bangsa pendatang ini merupakan penganut agama Katolik Roma, Lutheran, Calvinis, Yahudi, hingga penganut Agnostisisme. Bangsa-bangsa pendatang yang menjejakkan kakinya di tanah Amerika merupakan bangsa yang membawa misi kolonialisasi, seperti kerajaan Inggris yang menjadi bangsa pendatang dominan di Amerika.
Bangsa Amerika yang ada di Amerika Serikat pada saat sekarang ini sebenarnya adalah bangsa pendatang dari wilayah eropa, yang datang untuk mencari “lahan baru” atau “kehidupan baru” di wilayah Amerika, bangsa pendatang tersebut didominasi oleh bangsa Inggris, namun juga terdapat bangsa pendatang lain seperti Perancis, Belanda, Jerman, dan beberapa bangsa lain, dan bangsa pendatang ini merupakan penganut agama Katolik Roma, Lutheran, Calvinis, Yahudi, hingga penganut Agnostisisme. Bangsa-bangsa pendatang yang menjejakkan kakinya di tanah Amerika merupakan bangsa yang membawa misi kolonialisasi, seperti kerajaan Inggris yang menjadi bangsa pendatang dominan di Amerika.
Koloni
Inggris yang pertama datang dan menduduki Amerika adalah Jamestown, yang
terdiri dari sekitar seratusan orang yang berangkat menuju teluk Chesapeake
yang dipimpin oleh John Smith pada tahun 1607. Selanjutnya pada tahun 1640
kerajaan Inggris memiliki koloni yang kokoh di Amerika terutama pada wilayah
New England dan teluk Chesapeake, namun kekuatan koloni Inggris tidaklah
sendirian, karena koloni Inggris mendapat persaingan dari koloni lain seperti
koloni dari Belanda, dan koloni kecil bangsa Swedia, belum lagi keberadaan
penduduk pribumi wilayah Amerika yang dikenal sebagai bangsa Indian. Dalam
hubungannya, koloni dan pribumi merupakan suatu hubungan yang penuh pergolakan,
terkadang terdapat hubungan kooperatif/ kerjasama, namun sering juga terjadi
hubungan yang konfliktual.
Koloni
yang terdapat diwilayah Amerika pada masa itu dapat dibagi menjadi tiga koloni,
yaitu New England, koloni tengah dan koloni Selatan. Salah satu karakteristik
yang unik dan menonjol dari kolonialisme di Amerika oleh bangsa kolonial
Inggris adalah bahwa pihak kolonial di Amerika merasa sebagai pemerintahan yang
berdiri sendiri, atau setidaknya sebagai persemakmuran (commonwealth) dari
kerajaan Inggris, sehingga lama kelamaan aturan-aturan yang datang dari luar
Amerika menjadi memudar dan kebebasan berpolitik bagi kaum kolonial menjadi
terbuka.
Seiring berkembangnya waktu, selama abad ke 18
pemerintahan kolonial yang berada di Amerika semakin menunjukkan identitasnya
tersendiri untuk semakin terpisah dari pengaruh negara kolonialnya, yaitu
Inggris. Pada tahun 1776, Thomas Paine seorang teoris politik menulis suatu
tulisan yang berjudul Common Sense
(Akal Sehat) yang menjadi salah satu provokasi pembakar semangat bangsa Amerika
untuk lepas dari pengaruh kolonialisme selama-lamanya. Selanjutnya dengan
perjuangan sengit, melalui revolusi, perang, untuk mencapai kemerdekaan, yang
kemudian dirumuskan kedalam teks proklamasi Amerika Serikat yang dikenal dengan
nama Deklarasi Kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776 yang ditulis oleh Thomas
Jefferson, selanjutnya kemudian George Washington, seorang pemimpin militer
yang tangguh pada masa itu melawan kolonialisme, yang kemudian menjadi presiden
Amerika Serikat yang pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.