Halaman

Kamis, 26 Juni 2014

Sejarah Terbentuknya Amerika Serikat (Latar Belakang Kolonial)

Oleh: Arif Wicaksa

Bangsa Amerika yang ada di Amerika Serikat pada saat sekarang ini sebenarnya adalah bangsa pendatang dari wilayah eropa, yang datang untuk mencari “lahan baru” atau “kehidupan baru” di wilayah Amerika, bangsa pendatang tersebut didominasi oleh bangsa Inggris, namun juga terdapat bangsa pendatang lain seperti Perancis, Belanda, Jerman, dan beberapa bangsa lain, dan bangsa pendatang ini merupakan penganut agama Katolik Roma, Lutheran, Calvinis, Yahudi, hingga penganut Agnostisisme. Bangsa-bangsa pendatang yang menjejakkan kakinya di tanah Amerika merupakan bangsa yang membawa misi kolonialisasi, seperti kerajaan Inggris yang menjadi bangsa pendatang dominan di Amerika.
Koloni Inggris yang pertama datang dan menduduki Amerika adalah Jamestown, yang terdiri dari sekitar seratusan orang yang berangkat menuju teluk Chesapeake yang dipimpin oleh John Smith pada tahun 1607. Selanjutnya pada tahun 1640 kerajaan Inggris memiliki koloni yang kokoh di Amerika terutama pada wilayah New England dan teluk Chesapeake, namun kekuatan koloni Inggris tidaklah sendirian, karena koloni Inggris mendapat persaingan dari koloni lain seperti koloni dari Belanda, dan koloni kecil bangsa Swedia, belum lagi keberadaan penduduk pribumi wilayah Amerika yang dikenal sebagai bangsa Indian. Dalam hubungannya, koloni dan pribumi merupakan suatu hubungan yang penuh pergolakan, terkadang terdapat hubungan kooperatif/ kerjasama, namun sering juga terjadi hubungan yang konfliktual.
Koloni yang terdapat diwilayah Amerika pada masa itu dapat dibagi menjadi tiga koloni, yaitu New England, koloni tengah dan koloni Selatan. Salah satu karakteristik yang unik dan menonjol dari kolonialisme di Amerika oleh bangsa kolonial Inggris adalah bahwa pihak kolonial di Amerika merasa sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri, atau setidaknya sebagai persemakmuran (commonwealth) dari kerajaan Inggris, sehingga lama kelamaan aturan-aturan yang datang dari luar Amerika menjadi memudar dan kebebasan berpolitik bagi kaum kolonial menjadi terbuka. 
Seiring berkembangnya waktu, selama abad ke 18 pemerintahan kolonial yang berada di Amerika semakin menunjukkan identitasnya tersendiri untuk semakin terpisah dari pengaruh negara kolonialnya, yaitu Inggris. Pada tahun 1776, Thomas Paine seorang teoris politik menulis suatu tulisan yang berjudul Common Sense (Akal Sehat) yang menjadi salah satu provokasi pembakar semangat bangsa Amerika untuk lepas dari pengaruh kolonialisme selama-lamanya. Selanjutnya dengan perjuangan sengit, melalui revolusi, perang, untuk mencapai kemerdekaan, yang kemudian dirumuskan kedalam teks proklamasi Amerika Serikat yang dikenal dengan nama Deklarasi Kemerdekaan pada tanggal 4 Juli 1776 yang ditulis oleh Thomas Jefferson, selanjutnya kemudian George Washington, seorang pemimpin militer yang tangguh pada masa itu melawan kolonialisme, yang kemudian menjadi presiden Amerika Serikat yang pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.