Islam
adalah agama yang sempurna, yang mengatur semua bagian kehidupan manusia, dan
tidak ada satu aspek pun yang tidak diatur didalam Islam. Bahkan persoalan
kakus pun diatur didalam Islam, apalagi persoalan yang lebih besar seperti
persoalan politik yang sudah pasti punya aturannya didalam Islam.
Pernahkah
anda mendengar pernyataan “jangan
bawa-bawa agama kedalam urusan politik!” tahukah anda bahwa pernyataan
tersebut merupakan pernyataan orang-orang sekuler yang memisahkan antara
politik dan agama? Pada level ekstrim mereka bahkan tidak mengurusi persoalan
agama dan akhirat dengan alasan bahwa saat manusia hidup didunia, maka urus
saja persoalan dunia, dan persoalan akhirat menjadi urusan diakhirat saja. Na’udzubillaah, pernyataan-pernyataan
orang sekuler ini benar-benar merusak pikiran umat muslim yang tidak paham,
sehingga umat muslim yang tidak paham terjebak dengan pernyataan tersebut, dan
lebih parahnya lagi bahkan menyetujui pernyataan tersebut.
Islam
tidak mengenal pemisahan antara agama dan politik. Islam menyatukan agama dan
politik yang berkonsekuensi bahwa Islam mengatur tentang bagaimana berpolitik,
dan berpolitik juga haruslah berdasarkan nilai-nilai yang terkandung didalam
ajaran Islam. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan banyak
pengajaran dan pelajaran kepada umatnya tentang semua urusan, dan tidak ada
urusan yang luput dari pengajaran Rasulullah termasuk politik. Didalam sejarah
hidup Rasulullah, tercatat bahwa Rasulullah merupakan pemimpin agama sekaligus
pemimpin politik, dan Rasulullah sama sekali tidak pernah memisahkan kedua hal
ini, dan segala perbuatan dan perkataan Rasulullah adalah suatu teladan yang
dicontoh oleh umat Rasulullah, karena Rasulullah tidak mengajarkan keburukan melainkan
beliau hanya mengajarkan kebaikan. Sehingga adalah suatu pernyataan yang sangat
keliru dan rusak yang menyatakan bahwa politik dan agama (Islam) adalah
terpisah, karena Rasulullah tidak pernah memisahkannya.
Akibat
dari memisahkan agama dan politik adalah sangat berbahaya. Dengan terpisahnya
agama dan politik, maka akan timbul suatu kondisi dimana manusia akan
meninggalkan agamanya demi politik, karena pemisahan agama dan politik berarti
agama tidak boleh dibawa dalam politik. Begitukah Rasulullah mengajarkan?
Apakah Rasulullah pernah mengajarkan untuk meninggalkan Islam walaupun
sebentar? Jawabannya adalah tidak dan tidak! Islam harus dibawa kemanapun dan
dimanapun seorang muslim berada, baik ketika sedang berpolitik ataupun sedang
tidak berpolitik, tidak boleh seorang muslim meninggalkan Islamnya walaupun
sebentar.
Kemudian
bagaimana jika ada yang menyatakan bahwa politik itu penuh dengan tipu daya dan
kelicikan, sehingga agama tidak boleh dibawa? Kita bisa menjawab begini;
politik yang dipenuhi dengan tipu daya dan kelicikan adalah akibat dari dipisahkan
dan ditinggalkannya agama dari politik, sehingga manusia-manusia yang
berpolitik adalah manusia yang melupakan dan meninggalkan agamanya. Disinilah
peran Islam untuk memurnikan politik demi kebaikan dan kemashlahatan umat Islam
dan alam semesta, sehingga Islam dibutuhkan didalam politik sebagai benteng
untuk menghindari terjadinya tipu daya dan kelicikan, karena Islam melarang
tipu daya dan kelicikan, dan Islam akan menjadi penuntun dalam melaksanakan
politik, sehingga dengan adanya Islam didalam politik maka akan dihasilkan
politik yang berlandaskan nilai Islam yang luhur dan suci demi meraih ridho
Allah Subhana wa ta’ala. Maka, penulis tekankan bahwa Islam tidak boleh
dipisahkan dengan politik, dan Islam tidak mengenal sekulerisme.
Demikianlah tulisan ini penulis susun, untuk
menjadi pelajaran bagi diri penulis sendiri, dan semoga bisa bermanfaat pula
bagi saudara-saudari muslim lainnya. Apabila terdapat kekeliruan dari
penyampaian tulisan ini, itu adalah semata-mata karena kekurangan dan
keterbatasan pengetahuan yang ada pada penulis. Semoga Allah Subhana wa ta’ala
selalu memberikan rahmat dan hidayahNya pada penulis, aamiin. Wallahu’alam.
Tidak ada komentar:
Komentar baru tidak diizinkan.