Mermaidman dan Barnacle Boy tinggal di Bikini Bottom, sebuah masyarakat bawah laut yang lumayan kapitalistik. Lihat aja, hampir semua aspek hidup di sana dikendalikan oleh uang, terutama Krusty Krab dan Plankton yang selalu rebutan profit. Mermaidman dan Barnacle Boy, di sisi lain, adalah peninggalan masa lalu. Mereka dulunya "pahlawan rakyat" yang berjuang melawan kejahatan, tapi sekarang lebih sering santai di panti jompo Shady Shoals.
Dalam perspektif Marxisme, mereka bisa dilihat sebagai simbol dari "kelas pekerja" yang sudah pensiun. Dulunya mereka melindungi masyarakat dari ancaman (atau "penindasan"), tapi sekarang mereka lebih seperti ikon nostalgia yang sering dieksploitasi oleh media (dan SpongeBob) untuk hiburan. Pertanyaannya: apakah mereka benar-benar pahlawan, atau hanya alat dalam sistem yang lebih besar? Bahkan ketika mereka mencoba kembali beraksi, sering kali perjuangan mereka terasa sia-sia dalam dunia yang sudah berubah.
Mermaidman dan Barnacle Boy juga merepresentasikan konflik ideologi lama dan baru. Mereka terjebak dalam pandangan dunia yang heroik dan binar—ada yang "jahat" dan ada yang "baik." Tapi di Bikini Bottom, kejahatan yang mereka lawan sering kali lebih kecil dari drama sehari-hari masyarakat. Misalnya, ManRay yang akhirnya lebih membutuhkan konseling daripada dihajar.
Dalam hubungan internasional, ini mirip sama kritik Marxis terhadap pandangan dunia liberal: bahwa perjuangan nyata bukan antara "negara baik" dan "negara jahat," tapi antara kelas dominan (kapitalis) dan kelas tertindas (proletariat). Mermaidman dan Barnacle Boy sering kelihatan seperti memperjuangkan dunia yang udah nggak relevan, seperti negara-negara yang masih mencoba mendominasi dunia dengan kekuatan militer meski masalah sebenarnya ada di ketimpangan ekonomi global.
Kalau dipikir-pikir, duo ini sering banget dimanfaatkan oleh SpongeBob. Ia terus maksa mereka keluar dari masa pensiun untuk "menyelamatkan dunia" atau hanya untuk memenuhi obsesinya si SpongeBob terhadap superhero. Dalam perspektif Marxisme, ini bisa dilihat sebagai simbol eksploitasi tenaga kerja. Mermaidman dan Barnacle Boy adalah "pekerja tua" yang mestinya menikmati hasil kerja keras mereka, tapi sistem (atau dalam hal ini SpongeBob) terus mendorong mereka kembali bekerja, meski mereka jelas udah nggak fit untuk itu.
Ini mirip sama bagaimana kapitalisme sering kali gagal memberikan penghormatan atau dukungan yang layak bagi pekerja yang sudah lanjut usia. Dalam hubungan internasional, ini bisa diibaratkan dengan negara-negara maju yang terus mengeksploitasi sumber daya negara berkembang yang sudah "lelah."
Salah satu hal menarik dari Marxisme adalah konsep alienasi, di mana individu merasa terpisah dari pekerjaan mereka atau komunitas mereka. Mermaidman dan Barnacle Boy jelas merasa alienasi ini. Mereka dulunya adalah simbol harapan dan perlindungan, tapi sekarang lebih seperti relik masa lalu yang sering dianggap tidak berguna. Alienasi ini terlihat dari bagaimana mereka kadang merasa frustrasi atau apatis terhadap peran mereka sebagai pahlawan. Dalam hubungan internasional, alienasi ini mirip dengan negara-negara yang kehilangan pengaruh mereka di sistem global modern. Mereka dulunya punya peran besar, tapi sekarang sering merasa kehilangan relevansi.
Meski sering terlihat konyol, aksi Mermaidman dan Barnacle Boy bisa juga dilihat sebagai bentuk perlawanan kecil terhadap struktur sistem yang lebih besar. Mereka mungkin sudah tua dan lambat, tapi mereka tetap mencoba mempertahankan identitas mereka sebagai pahlawan. Dalam konteks Marxisme, ini adalah bentuk agensi dari individu atau kelompok kecil yang menolak tunduk sepenuhnya pada sistem. Ini seperti negara-negara kecil atau kelompok masyarakat yang tetap melawan meski tahu bahwa kekuatan mereka terbatas. Perjuangan mereka mungkin tidak selalu berhasil, tapi tetap memberikan pesan bahwa ada yang bisa dilakukan untuk menantang status quo.
Melihat Mermaidman dan Barnacle Boy dari perspektif Marxisme lumayan jadi cara asik buat memahami peran mereka dalam dunia SpongeBob. Mereka bukan hanya karakter kocak dan konyol, tapi juga simbol dari perjuangan melawan ketidakadilan sistemik, alienasi, dan eksploitasi. Meski aksi mereka sering berakhir kacau, mereka tetap memberikan pelajaran penting: bahwa harapan dan identitas bisa bertahan, bahkan di dunia yang sudah tidak lagi peduli.
Jadi, lain kali ente nonton Mermaidman dan Barnacle Boy, coba lihat mereka sebagai lebih dari sekadar pahlawan tua yang lucu. Mereka adalah cerminan dari bagaimana sistem memperlakukan orang-orang yang sudah memberikan segalanya, dan bagaimana, meski sistem itu tidak adil, semangat manusia (atau dalam hal ini ikan) tetap bisa bertahan.
