Samuel Huntington, seorang penasehat kebijakan luar negeri Amerika Serikat pada tahun 1993 menulis bukunya yang terkenal berjudul "Clash of Civilization". Pada tulisannya, Huntington berargumen bahwa setelah keruntuhan Uni Soviet, perang dan musuh Amerika Serikat bukanlah lagi perang ideologis dan perang antar negara. Perang yang akan terjadi adalah perang peradaban. Musuh besar bagi Amerika Serikat adalah peradaban Islam dan peradaban Sino (Cina). Kurang lebih begitulah argumennya.Huntington juga memprediksi bahwa musuh Amerika Serikat dan perdamaian dunia adalah "Islam Ekstrim".
Tidak heran jika kebijakan luar negeri Amerika Serikat paska berakhirnya Perang Dingin sangat berorientasi menyerang Islam dengan kebijakan "War on Terror" nya. Amerika Serikat mengeluarkan anggaran dalam jumlah yang tidak sedikit untuk akhirnya berperang dengan "ancaman" yang diprediksikan oleh Huntington. Tanpa sadar secara perlahan, kebijakan militeristik yang dilakukan Amerika Serikat berpengaruh terhadap menurunnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat.
Robert Blackwill, seorang diplomat dan penasehat kebijakan luar negeri Amerika Serikat menyadari hal tersebut. Pada tahun 2016, Blackwill menulis buku berjudul "War by Other Means".
Dalam bukunya, Blackwill berargumen bahwa kebijakan militeristik hingga "War on Terror" Amerika Serikat telah merusak sendi-sendi ekonomi negara yang bisa membahayakan keadaan Amerika Serikat. Singkatnya, Blackwill menyiratkan bahwa Amerika Serikat telah "salah pilih musuh" ketika memerangi "Islam Radikal". Ketika Amerika Serikat sibuk berperang di Afghanistan, Timur Tengah maupun di tempat lain, negara yang juga diprediksi Huntington sebagai musuh Amerika Serikat yakni Cina/Tiongkok cenderung diabaikan.
Akibat dari "pengabaian" Amerika Serikat dalam kebijakan luar negerinya terhadap kebangkitan Cina ini bisa terlihat. Blackwill memaparkan bahwa Cina justru muncul menjadi saingan berat bagi Amerika Serikat, dari segi ekonomi dan tidak menutup kemungkinan juga dari segi militer. Blackwill sangat berharap Amerika Serikat mengubah orientasi kebijakan luar negeri yang militeristik menjadi lebih berorientasi ekonomi. Bagi Blackwill, Islam sebagai musuh yang "dirancang" oleh Amerika Serikat selama ini tidak tepat. Karena ketidak tepatan "pemilihan musuh" ini, Amerika Serikat akhirnya berhadapan dengan resiko kebangkitan Cina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.