Halaman

Jumat, 03 April 2020

Aplikasi Zo*m : Antara Corona dan Cina

Ditengah pandemi Covid-19, masyarakat dunia dipaksa untuk beradaptasi pada banyak hal mulai dari persoalan rumah tangga, hingga urusan kenegaraan sekalipun. Urusan pendidikan juga tak luput dari tuntutan adaptasi karena Covid-19 ini.

Salah satu bentuk adaptasi dalam dunia pendidikan Indonesia khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah pemerintah menghimbau bahkan mewajibkan instansi pendidikan untuk melakukan proses belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) atau online.

Tentu masih banyak insan pendidikan yang belum terbiasa dengan metode daring dalam pendidikan dan pengajaran sehingga wajar saja jika ada yang masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri untuk metode pengajaran daring ini.

Aplikasi Zo*m menjadi populer beberapa hari terakhir ini sebagai aplikasi untuk melakukan tatap muka secara daring dalam proses belajar. Benar-benar sebuah kemudahan yang membahagiakan.



Kemunculan aplikasi Zo*m ini sayangnya juga membawa beberapa masalah. Belakangan ini, terdapat laporan yang menyatakan bahwa aplikasi Zo*m secara rahasia mengirimkan data-data sensitif para penggunanya ke Cina. Tentu saja isu ini membuat resah para pengguna aplikasi Zo*m.

Bill Marzack dan John Scott-Railton dari Universitas Toronto di Kanada menyatakan bahwa mereka tidak merekomendasikan penggunaan aplikasi Zo*m khususnya bagi organisasi pemerintahan di Amerika Serikat sebagaimana yang dikutip oleh situs forbes.com.

Menanggapi hal ini, CEO Zo*m menyatakan bakal memeriksa dan memastikan permasalahan tersebut, mengapa data-data sensitif pengguna aplikasi bisa terkirim ke Cina. Dia juga menekankan bahwa data pengguna akan dilindungi.

Sebagai pengguna aplikasi ini lantas apa yang harus saya lakukan? Ya jika pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka saya katakan bahwa saya tetap akan menggunakan Zo*m. Emangnya saya siapa sampai datanya bisa berguna bagi pemerintah Cina? (wkwk 😂). Lagipula, kasus kebocoran data pengguna aplikasi berbasis internet tidak hanya terjadi pada aplikasi Zo*m. Mungkin teman-teman masih ingat beberapa waktu lalu, pesbuk menerima tuntutan dari warga Amerika Serikat karena dituduh telah membocorkan data-data penting pada pihak lain. So, pada dasarnya setiap aplikasi berbasis internet punya kemungkinan untuk membocorkan data kita pada pihak lain, maka dari itu barangkali sebaiknya kita tidak perlu memasukkan data-data sensitif kedalam internet. Tidak perlu menanggapi dengan panik dan berlebihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.