Halaman

Kamis, 10 Juni 2021

Mendapatkan Berat Badan Ideal Tanpa Diet Ketat dan Olahraga Berat

Menurunkan berat badan seringkali jadi masalah rumit bagi sebagian (kebanyakan?) orang. Barangkali aku termasuk dalam orang-orang itu hehehe. Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, apalagi mendikte. Aku cuma berbagi aja apa yang aku ketahui dari pengalaman pribadiku.

Balik ke permasalahan mengapa berat badan (bagi beberapa orang) sulit untuk turun? Apa penyebabnya? Ada banyak faktor yang menyebabkan berat badan susah turun. Tanpa bermaksud terlalu menyederhanakan, kalau boleh aku simpulkan, penyebab berat badan susah turun adalah TIDAK SABAR.

Ya, jawabannya TIDAK SABAR. Maksudnya gimana nih? Tidak sabar untuk menjaga pola makan, tidak sabar untuk rutin olahraga, dan seterusnya.

Perlu diperhatikan, salah satu hal yang membuat orang berhasil turun berat badan dengan cepat namun berat badan itu juga malah naik kembali dengan cepat adalah pola pikir yang keliru. Apa pola pikir yang keliru itu? Menganggap diet dan olahraga adalah program mingguan/bulanan. Akibatnya, ada saja orang diet ketat misalnya selama 3 bulan, berat badannya berhasil turun, setelah selesai program diet 3 bulan tsb, berat badannya malah naik lagi. Ini disebut efek yo-yo dalam diet. Efek yo-yo ini membuat orang merasa hilang semangat dan motivasi. Udah capek-capek dan kelaparan, berat badan turun, eh malah naik lagi. Jangan sampai kita terjebak di efek yo-yo ini.

Pertama, mari kita (termasuk aku sendiri) perbaiki pola pikir kita. Diet dan olahraga itu bukan program selama beberapa minggu/bulan doang. Tapi diet dan olahraga itu adalah gaya hidup yang harus dipertahankan. Gak boleh cuma sebulan, dua bulan, tiga bulan. Kalau perlu, seumur hidup. Diet dan olahraga itu artinya pola hidup sehat. Masak pola hidup sehat cuma dipraktikkan selama beberapa bulan? Kalau gaya hidup sehat dengan diet tepat dan olahraga tidak dipertahankan, maka akan menimbulkan efek yo-yo yang aku sebutin di atas. 

Mari kita ulas secara ringkas poin-poin besarnya.

Apa itu diet? Kebanyakan orang berpikir diet adalah kegiatan mengurangi/membatasi makan dalam jangka waktu tertentu. Padahal diet itu lebih umum. Diet maksudnya adalah pola makan, apa yang kita makan, dan kecukupan asupan gizi.

Apa itu olahraga? Kalau ini pasti semuanya udah pada tau ya kan. Olahraga ya adalah aktivitas fisik untuk mendapatkan kebugaran. Jadi, gak perlu bayangkan olahraga rumit banget. Jalan kaki rutin minimal 30 menit sehari aja udah termasuk olahraga juga.

Kembali ke fokus masalah. Kalau kita sudah paham apa itu diet, apa itu olahraga, nah sekarang saatnya kita bikin program penurunan berat badan.

Kita mulai dari diet. Sebagaimana yang aku sebutkan diatas tadi, diet itu tentang makanan. Mari kita atur pola makan.
Mengatur pola makan menurutku, sejujurnya adalah hal yang paling sulit dilakukan. Banyak sekali halangan dan gangguannya. Mulai dari males masak, mau makan instan yang cepat, tergoda jajanan, makanan jalanan dsb. Padahal bagian ini sangat penting banget.

Untuk diet yang bertahan berkesinambungan dan sehat, kita butuh nutrisi yang lengkap dan cukup. Syukurnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) sudah mengeluarkan sosialisasi yang dinamai "ISI PIRINGKU"





Nah, dari gambar "ISI PIRINGKU" dari Kemenkes RI ini, kita bisa bikin patokan untuk makanan yang kita konsumsi. Ikuti panduan ini setiap kali kita makan. Makanlah 2-3 kali sehari. Jujur pada diri sendiri, makan tidak boleh berlebihan, secukupnya saja jangan makan kekenyangan (lebih baik gunakan piring ukuran sedang saja). Jangan ngemil. Kalaupun mau ngemil, ngemil lah makanan sehat, dan dan jangan sering-sering ngemilnya! Hindari, kalau bisa jangan lagi minum air minuman mengandung gula (soda, boba, softdrink lainnya dsb). Perbanyak minum air putih. Lebih baik kalau kita membiasakan puasa di hari senin dan kamis.

Setelah kita mengatur pola makan kita berdasarkan "ISI PIRINGKU" dari Kemenkes RI, sekarang mari kita bahas olahraga.

Tidak perlu kita membahas olahraga yang rumit. Mulai dari yang paling gampang saja. Jalan kaki hingga jogging. Usahakan kita selalu jalan kaki setiap hari, minimaaaaalll 30 menit per hari. Alangkah bagusnya kalau bisa dinaikin levelnya ke jogging ringan 30 menit.

Kalau kamu memilih olahraga "berat" maka tidak disarankan untuk berolah raga setiap hari. Setiap hari melakukan olahraga berat, malah bikin sakit. Jangan ya.
Kalau mau olahraga berat, cukup selama 3-4 hari dalam seminggu. Kalau mau olahraga ringan dan singkat, gak masalah kalau setiap hari.

Nah, kalau kita sudah KONSISTEN dan berkesinambungan, ditambah SABAR dalam menjalankan diet dan olahraga, maka semoga berat badan ideal akan segera kita dapatkan tanpa khawatir berat badan akan naik lagi. Berat badan kita akan ideal dalam waktu yang wajar. (Waktu yang wajar maksudnya, tidak turun drastis dalam waktu singkat. Misalnya turun 10 kilo dalam waktu seminggu. Ini malah berbahaya dan bikin penyakit) 

Sukur-sukur kalau gaya pola makan dan rutin olahraga seperti penjelasan diatas itu bisa jadi gaya hidup. Semoga berat badan kita selalu ideal dan tidak kena efek yo-yo.

Makan sehat seimbang, olahraga rutin, cukup istirahat adalah inti
Bersabar dalam proses adalah koentji.

Disclaimer:
Yang tertulis disini hanyalah gambaran umum saja dan kasus-hasil per individu bisa berbeda sesuai dengan usia, aktivitas harian, dan kondisi medis. 

Senin, 05 April 2021

Review Cerpen “Robohnya Surau Kami” Karya A.A. Navis

Ali Akbar Navis, atau Pak Navis adalah seorang cerpenis yang menjadi favoritku. Aku sudah mengetahui tentang beliau sejak aku SD bertahun yang lalu. Membaca cerpennya pada waktu itu bagiku hanya sebagai pengisi waktu luang, untuk hiburan semata. Aku belum bisa memahami makna-makna filosofis dibalik goresan tangan Pak Navis pada cerpen-cerpen tulisannya itu. Termasuk cerpennya yang berjudul “Robohnya Surau Kami”, aku membacanya pertama kali hanya sebagai hiburan semata, tak lebih.


Namun kini, aku kembali membaca cerpen-cerpen Pak Navis. Kini, aku membaca cerpen beliau dengan lebih insaf, lebih mendalam untuk berusaha memahami pesan-pesan filosofis dibalik tulisan beliau itu. Benar saja, banyak pesan-pesan filosofis yang aku temukan di dalam cerpen “Robohnya Surau Kami” yang melambungkan nama Pak Navis sebagai cerpenis ulung di negeri ini. Apa pengetahuan baru yang aku dapatkan dari membaca cerpen tersebut untuk kedua kalinya?

Sebelum aku menjelaskan pandanganku tentang cerpen “Robohnya Surau Kami”, ada baiknya aku paparkan kilas kisah dari cerpen ini. Apa inti dari cerpen ini?

Cerpen ini berkisah tentang kisah hidup tokoh “Kakek” yang merupakan seorang penjaga masjid, merbot mesjid dan Kakek juga tinggal di masjid. Kakek hidup dari upahnya mengerjakan pekerjaan mengasah pisau atau gunting, yang tentu saja upahnya tidak seberapa. Sangat kecil. Bahkan tidak jarang upahnya hanya kata “terima kasih” saja. Selain upah sebagai “Pengasah Pisau dan Gunting” , Kakek juga bertahan hidup dari pemberian dan sumbangan orang-orang yang tinggal di daerah sekitaran masjid tersebut. Singkat cerita, tentu tokoh “Kakek” ini adalah orang yang tidak berpunya harta atau miskin. Meskipun Kakek termasuk orang miskin, namun Kakek dikenal sebagai orang yang agamis, sangat taat menurut ukuran masyarakat. 

Tokoh penting berikutnya adalah Ajo Sidi, seorang laki-laki yang hidupnya disibukkan dengan pekerjaan. Mencari nafkah. Ajo Sidi dikenal sebagai seorang laki-laki yang suka bercerita. Banyak saja hal yang bisa diceritakan oleh Ajo Sidi. Tanpa terkecuali, Ajo Sidi juga mengajak Kakek untuk mengobrol, bercerita.

Maka suatu hari, Ajo Sidi bercerita suatu kisah pada Kakek. Kisah yang diceritakan Ajo Sidi pada Kakek adalah tentang Kisah Haji Saleh, orang agamis dan alim yang dijebloskan Tuhan kedalam api neraka. Alasannya, karena Haji Saleh selama hidupnya tidak mau bekerja, malas sehingga hidupnya susah, hidupnya miskin.

Kisah yang diceritakan Ajo Sidi ternyata sangat membekas di hati Kakek. Kisah Ajo Sidi membuat Kakek mengalami gejolak batin yang sangat dahsyat. Puncaknya, suatu hari Kakek ditemukan tewas bunuh diri. Bunuh diri menggunakan pisau yang diasahnya sendiri. Bagaimana Ajo Sidi? Mengetahui bahwa Kakek telah mati, Ajo Sidi tetap saja bekerja. Dia hanya menitip beberapa lembar kain kafan untuk digunakan pada jenazah Kakek. Ajo Sidi sibuk bekerja.

Kurang lebih demikian ringkasan cerpen “Robohnya Surau Kami”. Cerpen ini menekankan pada kondisi ironi yang menimpa Kakek dan Ajo Sidi. Aku melihat bahwa Pak Navis berusaha menunjukkan bahwa terdapat masalah di masyarakat saat ini. Masyarakat negeri ini tertinggal, terbelakang, paling tidak dilihat dari sudut pandang ekonomi. Masyarakat negeri ini seolah “mabuk agama” dan “malas” untuk bangkit membangun negara.

Pak Navis mengambil pengibaratan tokoh relijius “Kakek” untuk menggambarkan kondisi umat Islam. Menurut kisah Ajo Sidi, hidup Kakek tidak berguna. Jadi beban masyarakat, dan di akhirat ditelungkupkan di kerak neraka pula. Sungguh malang. 

Aku sungguh setuju bahwa umat Islam harus mempunyai kemandirian ekonomi, harus mampu berdiri diatas kekuatan sendiri, harus mandiri. Namun aku tidak setuju bahwa kemiskinan adalah sebuah dosa besar. Kemudian mengaitkan antara penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah karena ketaatan pada agama. Ini adalah pengaitan yang mengada-ada dan tidak sesuai baik secara sejarah maupun secara ajaran agama.

Terdapat banyak hal yang menyebabkan kemiskinan. Tidak ada manusia yang mau untuk hidup dalam kemiskinan. Disamping itu, kemiskinan harta bukanlah tanda kehinaan begitupun kekayaan harta bukanlah tanda kemuliaan. Jika kemiskinan harta adalah tanda kehinaan dan kekayaan harta adalah tanda kemuliaan, maka sudah barang tentu Firaun yang kaya raya lagi berkuasa akan lebih mulia dibanding Musa yang miskin papa. Namun pada kenyataannya, Firaun adalah terhina, dikaramkan kedalam laut bersama segala kemewahannya. Musa ditinggikan derajatnya dimata Tuhan, meskipun harta musa tidak seberapa dibanding dengan harta Firaun. Maka itu, kemiskinan harta bukan menjadi tanda hina, dan sebaliknya kekayaan harta bukan menjadi tanda mulia.

Benar bahwa kekayaan harta bisa menjadikan hidup manusia lebih mudah karena manusia itu mampu membeli, membayar segala fasilitas yang memudahkan hidupnya. Namun, bagi seorang muslim, kekayaan harta itu bukanlah menjadi tujuan akhir dari kehidupan. Melainkan, kekayaan harta hanya alat yang digunakan untuk mendapatkan restu dan rahmat dari Tuhan. 

Untuk mendapatkan restu dan rahmat dari Tuhan, tidak melulu hanya menggunakan harta. Ada banyak sekali cara untuk mendapatkan restu dan rahmat Tuhan selain menggunakan harta. Sumbangan pikiran untuk memajukan umat, tenaga, salam doa selamat bagi sesama bahkan hingga selengkung senyum tulus bisa menjadi sebab turunnya restu dan rahmat dari Tuhan.

Silahkan berusaha untuk mendapatkan harta yang banyak didunia ini. Namun yang perlu diingat adalah, jangan sampai kegiatan memburu harta menjadikan manusia untuk saling tipu, saling menghancurkan, demi mencuil sekeping harta. Berusahalah, hilangkan rasa malas untuk mencari nafkah, namun jangan pula merasa gundah gulana apabila usaha sungguh-sungguh tersebut belum membuahkan hasil. Aku mengetahui ada banyak sekali manusia disekitarku yang bekerja sangat keras, membanting tulang dari pagi hingga petang, namun keadaan ekonomi mereka tak kunjung gemilang. Kemiskinan tidak selalu diakibatkan karena kemalasan. Mengaitkan bahwa kemiskinan itu pasti karena orang miskin itu malas, adalah hal yang tergesa-gesa. Tidak tepat.

Pada akhirnya, aku ingin menyimpulkan bahwa silahkan anda mencari harta. Namun orang miskin tidak selalu berarti orang hina, orang kaya tidak selalu berarti orang mulia. Silahkan mencari harta, namun jangan lupakan tujuan hidup. Apakah tujuan hidup anda harta? Terserah anda. Namun bagiku, hidup bukan untuk harta. Harta memang memudahkan manusia memiliki fasilitas hidup. Namun harta bukan tujuan hidup. Tujuan hidup adalah mengejar rahmat Tuhan, beribadah kepadaNya. Harta hanya salah satu alat untuk berbuat taat, bukan satu-satunya alat untuk taat. Jangan jadikan memburu harta sebagai alasan bagimu untuk melupakan Tuhanmu, jangan jadikan memburu harta sebagai alasan untuk melanggar aturan Tuhanmu. Silahkan mencari harta, namun taatilah aturan Tuhanmu, gunakan harta untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan dan menebarkan rahmat bagi sekalian insan. Gunakan harta untuk mendapat restu dan rahmat Tuhan. Niscaya kebahagiaan yang akan kau dapatkan.